Wednesday, October 21, 2020

Kelebihan dan Kekurangan Produk dan Jasa

 E.   Kelebihan dan Kekurangan Produk dan Jasa

Kelebihan dari produk antara lain:

-    Menghasilkan produk dalam bentuk fisik.

-    Memiliki alur proses produksi yang jelas. Kekurangan dari produk antara lain:

-    Membutuhkan tempat untuk memajang hasil produk.

-    Membutuhkan tempat untuk penyimpanan barang berupa gudang.

-    Membutuhkan  banyak  karyawan  sehingga  menghemat  menambah  beban pengeluaran untuk komponen gaji.

Kelebihan dari jasa antara lain:

    Tidak membutuhkan tempat untuk memajang hasil produk.

    Tidak membutuhkan tempat untuk penyimpanan barang berupa gudang.

    Tidak membutuhkan banyak karyawan sehingga menghemat pengeluaran untuk komponen gaji.

Kekurangan dari jasa antara lain:

    Tidak menyediakan produk dalam bentuk fisik.

    Jasa yang ditawarkan bisa berbeda-beda antar konsumen.

    Membutuhkan promosi berupa testimoni konsumen sebanyak-banyaknya.


F.    Pemetaan Keberagaman Produk dan Jasa

Salah satu peluang pasar dapat dilihat dengan cara mengamati konsumen, focus pengamatannya meliputi :

-    Barang dan jasa apa yang paling dibutuhkan   konsumen ?

-    Berapa banyak yang mereka butuhkan ?

-    Kualitas yang mana yang paling tepat ?

-    Berapa banyaknya ?


Cara dalam merekayasa produk barang dan jasa agar diminati oleh konsumen, diantaranya

-    Jenis-jenisnya diperbarui

-    Kualitasnya dibeda-bedakan dan ditingkatkan

-    Model dan desainnya bermacam-macam dan dibedakan

-    Kemasan,  warna,  bentuk,  ukuran,  standart,  merek  dibuat  sedmikian  rupa sehingga lebih menarik.

Pengembangan produk merupakan rangkaian aktivitas yang dimulai dengan analisa perpepsi dan peluang. Pengembangan produk merupakan aktivitas lintas disiplin yang membutuhkan kontribusi dari hampir semua fungsi yang ada di perusahaan, namun tiga fungsi yang selalu paling penting bagi proyek pengembangan produk, diantaranya :

a.   Pemasaran

Fungsi pemasaran menjembatani interaksi antara perusahaan dengan pelanggan. Peranan lainnya adalah menfasilitasi proses identifikasi peluang produk, pendefinisian segmen pasar, dan identifikasi kebutuhan

pelanggan. Bagian pemasaran juga secara khusus merancang komunikasi antara perusahaan dengan pelanggan, menetapkan target harga dan merancang peluncuran serta promosi produk.

b.   Perancangan (Desain)

Fungsi  perancangan memegang peranan penting dalam mendefinisikan bentuk fisik produk agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Dalam konteks tersebut tugas bagian perancangan mencakup desain engineering (mekanik, elektrik, software, dan lain-lain) dan desain industri (estetika, ergonomics, user interface).

c.   Manufaktur

Fungsi manufaktur terutama bertanggung jawab untuk  merancang dan mengoperasikan sistem produksi pada proses produksi produk. Fungsi ini mencakup pembelian, instalasi, dan distribusi. Proses pengembangan produk  dalam  suatu  perusahaan  umumnya  melalui  6  tahapan  proses, yaitu sebagai berikut :

1) Fase 0 : Perencanaan Produk : Kegiatan perencanaan sering dirujuk sebagai “zero fase” karena kegiatan ini mendahului persetujuan proyek dan proses peluncuran pengembangan produk actual.

2)   Fase 1 : Pengembangan Konsep : Pada fase pengembangan konsep,

kebutuhan pasar target diidentifikasi, alternative konsep-konsep produk dibangkitkan dan dieveluasi, dan satu atau lebih konsep dipilih untuk pengembangan dan percobaan lebih jauh.

3) Fase 2 : Perancangan Tingkat Sistem : Fase perancangan tingkat sistem mencakup definisi arsitektur produk dan uraian produk menjadi subsistem-subsistem serta komponen-komponen.

4)   Fase 3 : Perancangan Detail : Fase perancangan detail mencakup

spesifikasi lengkap dari bentuk, material, dan toleransi-toleransi dari seluruh komponen unik pada produk dan identifikasi seluruh komponen standar yang dibeli dari pemasok.

5) Fase 4 : Pengujian dan Perbaikan : Fase pengujian dan perbaikan melibatkan konstruksi dan evaluasi dari bermacam-macam versi produksi awal produk.

6) Fase 5 : Produksi Awal : Pada fase produksi awal, produk dibuat dengan menggunakan sistem produksi yang sesungguhnya. Tujuan dari produksi awal ini adalah untuk melatih tenaga kerja dalam memecahkan permasalahan yang timbul pada proses produksi sesungguhnya. Peralihan dari produksi awal menjadi produksi sesungguhnya biasanya tahap demi tahap. Pada beberapa titik pada masa  peralihan  ini,  produk  diluncurkan  dan  mulai  disediakan untuk didistribusikan.


No comments:

Post a Comment